"Jangan mengambil keputusan di kemarahan", itu adalah nasihat orang tua di masa lalu, yang selalu saja terlupakan atau dilupakan, siapa sih yang bisa membendung kemarahan ?
Kemarahan adalah energi yang dahsyat, karakteristiknya memang ingin membakar, meluluhlantakan, tak terkecuali tokoh film ini Layla M dan ayahnya.
Sebagai anak imigran Moroko yang lahir di Negeri Belanda, Layla merasa berhak diperlakukan seperti anak Belanda lainnya.
Sebagai imigran dari Moroko yang ingin meraih kehidupan yang lebih baik untuk keluarganya di Negeri Belanda, ayahnya Layla berharap anaknya itu berendahhatilah sedikit.
Ketegangan di antara keduanya, berujung terpisah satu dengan yang lainnya, keduanya mengambil keputusan yang disesalinya kemudian, karena kesempatan hidup Layla menjadi lebih sempit.
Menjadi dokter ? Apa bisa setelah keluar dari tahanan nanti ? Stigma barunya akan menjadi beban tersendiri di masa depannya nanti. (Film Belanda, 2016, Netflix)
No comments:
Post a Comment