Thursday, 10 February 2022

Menjadi Dewasa Itu Menyakitkan



 

Akan ada saatnya di mana apa yang salah itu bisa benar, apa yang benar itu bisa salah. Lalu seseorang berada di posisi yang serba salah, mengambil keputusan sama salahnya dengan tidak mengambil keputusan. 

Pembuat film ini bijaksana, mereka menyayangi si tokoh ceritanya, mereka membiarkan si tokoh itu mengambil keputusan berdasarkan momen yang dihadapi saat demi saatnya, ibaratnya jalan hidupnyalah yang mengambilkan keputusan baginya, ia terpaksa menjalaninya, karena harus menjalaninya.

Selamat ! Si tokoh lolos dari citra bahwa ia adalah anak yang jahat. 

Film ini tentang perdagangan manusia, perbudakan modern. Semua orang berjuang untuk bertahan, ada yang beruntung ada yang sial. 

Apa mau dikata, kehidupan selalu berpihak kepada orang-orang yang terpelajar, karena mereka tahu cara untuk bertahan, yaitu : bisa mengendalikan diri dulu, sebelum mengendalikan orang lain. 

Film yang asyik untuk direnungkan, ada anak laki-laki yang harus belajar untuk menjadi dewasa, bahwa dewasa itu adalah mampu mendahulukan apa yang harus didahulukan, mau mengabaikan apa yang harus diabaikan, yaitu perasaannya yang romantis, tidak realistis. 

Kesimpulannya : "Menjadi dewasa itu adalah pengalaman yang menyakitkan". (Netflix)
 

No comments:

Post a Comment

Sisi Gelap Rasa Bosan

  BAC NORD. Rasa bosan itu masalah. Bila tak dikelola, ia akan mengelola kita, bila tak dikendalikan, ia akan mengendalikan kita, bila tak ...