Perang meninggalkan banyak korban, tidak saja di saat itu tetapi di saat-saat selanjutnya, selain pengalaman yang traumatik, ada juga kelahiran anak-anak yang tak dikehendaki sebagai produk dari pemerkosaan.
Setelah perang berakhir pemerkosa, yang diperkosa dan produk pemerkosaan harus hidup dengan luka-lukanya sendiri, "Menjadi luka ibunya". Memupus masa lalu selalu berarti menghapus masa depannya. Lalu siapa, apa saya ? Darimana mau kemana saya ?
Walaupun terinspirasi dari kehidupan nyata, perang Bosnia - Serbia, tetapi ini film, karenanya cinta itu menyelamatkan dan orang jahat harus kalah, bunuh diri, mati. Kisah sesungguhnya bisa2 lebih menyakitkan dan tak berujung.
Film ini memang didedikasikan kepada Salih-Salih yang punya luka di masa lalunya, yang berusaha meraih masa depan, dengan menderitakannya. Salih, tokoh utama film ini (Neflix).
No comments:
Post a Comment