THE LIFE AHEAD. Hidup adalah tentang bertahan, bertahan untuk tetap hidup, bagaimanapun caranya. Semua berusaha menjalani panggilan hatinya, yang bisa baik-jahat, benar-salah, elok-buruk, tergantung dari mana dan bagaimana cara memandangnya.
Tetapi bahwa semua orang terikat satu dengan lainnya, itu adalah kenyataan, entah terikat dari rasa kasih sebagai teman, sahabat, orang tua, saudara, atau pelindung dan yang dilindungi, 'guru' dan muridnya, penolong dan yang ditolong, ya begitulah adanya. Manusia itu mahluk sosial, katanya.
Di dalam ikatan itulah seseorang bertumbuh, lalu menemukan bentuknya, siapa saya dan mau jadi apa saya ? Tidak selamanya jalannya manis, tetapi setelah seseorang itu menemukan dirinya dan memutuskan untuk mengikuti panggilan jiwanya, setidaknya ia sudah berada di jalan yang benar.
Sisanya, "Ya, jalani saja. Bahagia itu adalah bonus", kata si tokoh cerita yang masih kanak-kanak, tetapi bijaksana. Hidup itu untuk tetap hidup.
Ada Sophia Loren di film ini. Ada orang Yahudi, Muslim, yang hidup berdampingan, saling menghargai satu dengan yang lainnya.
"Mengapa kau tidak menikahinya ?", kata si tokoh utama. "Tidak bisa ia beragama Yahudi". "Ah, ia hanya seorang perempuan yang kesepian, di mata saya", kata si tokoh utama, seakan mengingatkan bahwa pada akhirnya semua orang itu sama, "Manusia".
No comments:
Post a Comment