Ketika mendapat tekanan yang berat, manusia itu bisa lentur seperti tanah liat. Eksistensinya bisa menyelamatkan diri, lalu muncul menjadi figur yang berbeda.
Di film ini dari Anna Vadimovna Sorokin, imigran Rusia di Jerman menjadi Anna Delvey, cucu bangsawan Jerman, di Amerika Serikat.
Bila ia tetap menjadi gadis imigran Rusia di Jerman, eksistensinya rapuh, ia harus menjadi orang lain, bahkan lari ke negara lain agar ia bisa mengembangkan dirinya menjadi figur yang diimpikannya
.
Untuk mempertahankan eksistensinya, di Jerman ia belajar, ia harus ngegas dulu sebelum digas, agar tak tersentuh, ia harus tak terjangkau oleh siapapun, apapun, walaupun itu tidak gratis, bagaimanapun ada harga yang harus dibayarnya, yang tentu saja tak bisa dilunasinya. Keluarga Sorokin bukan orang kaya di Jerman.
Lari ke negara lain memang satu-satunya jalan, tetapi sampai seberapa jauh ia bisa berlari ? Ternyata tidak jauh juga, dari New York ke Los Angeles, di kota terakhir itulah ia ditangkap, dan selesai sudah lakonannya.
"Aku tidak akan menemui kamu lagi Anna", kata seorang penulis yang kadung terobsesi dengan kharismanya, ketika mengunjunginya di penjara, ya, untuk yang terakhir kalinya.
Anna tetap angkuh, tetapi diam-diam perkataan dan bahasa tubuhnya tak mampu menutupi rasa sepi, rasa takut, rasa bingungnya.
Ah, ternyata ia hanya anak-anak, gadis kecil yang ringkih, yang membuat ulah di Amerika Serikat, yang mempermalukan orang-orang besar di sana. Bukan Anna yang pintar, tetap mereka yang bodoh.
Akankan penulis itu menemuinya lagi ?
Menurut saya, "Ya", karena bahasa hati lebih kuat dari bahasa verbal. Mulut seseorang bisa kasar, kejam, jahat, tetapi hatinya bisa sebaliknya dan kita yang menangkap bahasa hatinya itu tiba-tiba bisa tersentuh, ingin melindunginya, mengasihinya, lalu memaafkan kesalahan-kesalahannya.
"Apapunlah Anna".
Film Amerika, diinspirasi dari kisah nyata, yang menghebohkan Amerika, Netflx.
No comments:
Post a Comment