JE SUIS KARL. Kemapanan dan anti kemapanan nampaknya berpasangan. Di mana ada kemapanan di situ ada gerakan anti kemapanan.
Siapa mereka ?
Bisa siapa saja dengan tujuan apa saja, tetapi di tangan orang-orang yang tepat, disokong dengan isu yang tepat dan di waktu yang tepat, kemapanan itu bisa ditabrak, dilabrak, berantakan ? Belum tentu juga, bisa-bisa lebih mapan lagi.
Gerakan anti kemapanan di film ini menyokong isu The Children of Europe, putra-putri Eropa yang merasa haknya dirampok oleh para imigran. Tokoh utamanya adalah Je Suis Karl, tugasnya merekrut para pendukung lebih banyak lagi, dengan apapun caranya.
Ia yang suka dipuja (termasuk oleh dirinya sendiri) dan pengikutnya yang suka memujanya, memiliki hubungan tarik-menarik yang kuat, terus menguat, betul-betul kuat, yang di ujungnya ia harus jadi pahlawan, dipahlawankan, karena itu satu-satunya cara untuk eksis dan memperoleh lebih banyak pendukung lagi. "'Je Suis. Je Suis, Je Suis".
Untuk sementara kemapanan berhasil ditabrak, dilabrak, tetapi untuk menggoyangnya, apalagi meruntuhkannya, nampaknya perjalanannya masih panjang. Masih dibutuhkan Je SuIs Karl, Je Suis Kar lainnya untuk jadi martir, dimartirkan, untuk jadi pahlawan, dipahlawankan.
Ini film yang terlalu keren untuk dilewatkan. "Dunia ini nyata", ternyata benar-benar maya, pada akhirnya orang itu (ternyata) tidak tahu apa-apa. Film Jerman., Netflix.
No comments:
Post a Comment