BANANA SPLIT. Film tentang keresahan anak-anak yang berangkat menuju kedewasaan. Masa kecil itu menyenangkan sekaligus menyebalkan, masa depan itu menakjubkan sekaligus menakutkan. Mereka ada di persimpangan jalan, melompat takut, diam di tempat, "Engga mungkin banget deh".
Tanpa pesta-pesta, minum minuman keras, obat2an terlarang dan bebas mengeksplorasi diri sendiri dan juga orang lain (lahir, batin), keresahan itu sudah mengganggu, apalagi bila ditambah dengan itu semua, maka jadilah galau, kacau karena mereka telah mengambil keputusan-keputusan yang salah, "Sori gw parno", tidak sadar.
Pembuat film ini optimis, sehingga keputusan2 yang salah itu tidak berakibat buruk, ujung2nya mereka bisa saling menerima, memaafkan, berdamai, lalu memperbaiki diri, "Jadilah orang dewasa".
Mereka menerima cinta itu ada, kasih sayang itu nyata, mereka belajar menghargainya, "Cinta dan kasih sayang itu adalah anugerah yang harus dinikmati, disyukuri".
Di tangan pembuat film yang pesimis, film ini bisa jadi film kriminal, horor atau film drama yang gelap, karena perilaku yang menyerempet bahaya itu bisa berujung buruk. Ya, semua keputusan ada konsekuensinya, apa yang diambil harus dibayar.
Jadi ? Ya, ini film tentang dunia manis anak remaja yang melangkah ke dunia orang dewasa (muda) tentu saja di Amerika bukan di Indonesia (HBO).
No comments:
Post a Comment