Monday, 28 February 2022

Utang Dibayar Tuntas, Lunas, Impas.




𝐄𝐲𝐞 𝐟𝐨𝐫 𝐚𝐧 𝐄𝐲𝐞. Melecehkan orang tua itu mudah, kelewat mudah, apalagi ia sudah renta, tak berdaya apa-apa, sekalipun di saat mudanya ia adalah seorang raja obat bius. 

Ibarat macan kehilangan giginya, siapa yang peduli ? 

Lupa dengan istilah "Tua-tua keladi, semakin tua semakin menjadi", ya, begitulah semua orang kena batunya dan yang utama adalah orang yang paling dekat dengannya, orang yang paling diharapkannya. 

Nasi sudah menjadi bubur, "Makan deh tuh bubur".  

Ada pesan yang baik di film ini yaitu: kejahatan apapaun alasannya tetap kejahatan, di ujungnya semua orang harus menebus apa yang telah dilakukannya, dengan tuntas, lunas, impas. 

Mata dibayar mata. Film Spanyol, 2019, Netflix. 

Gagal Jadi Dokter




"Jangan mengambil keputusan di kemarahan", itu adalah nasihat orang tua di masa lalu, yang selalu saja terlupakan atau  dilupakan, siapa sih yang bisa membendung kemarahan ? 

Kemarahan adalah energi yang dahsyat,  karakteristiknya memang ingin membakar, meluluhlantakan, tak terkecuali tokoh film ini Layla M dan ayahnya.
 
Sebagai anak imigran Moroko yang lahir di Negeri Belanda, Layla merasa berhak diperlakukan seperti anak Belanda lainnya. 

Sebagai imigran dari Moroko yang ingin meraih kehidupan yang lebih baik untuk keluarganya di Negeri Belanda, ayahnya Layla berharap anaknya itu berendahhatilah sedikit.

Ketegangan di antara keduanya, berujung terpisah satu dengan yang lainnya, keduanya mengambil keputusan yang disesalinya kemudian, karena kesempatan hidup Layla menjadi lebih sempit.
 
Menjadi dokter ? Apa bisa setelah keluar dari tahanan nanti ? Stigma barunya akan menjadi beban tersendiri di masa depannya nanti. (Film Belanda, 2016, Netflix)







Wednesday, 23 February 2022

Tak Ada yang Gratis di Dunia Ini



I'M NO LONGER HERE. Ada harga yang harus dibayar untuk tampil beda, suka-,suka, semau gue.Tidak semua orang bisa membayarnya, seperti juga tokoh cerita ini.

Dengan pendidikan yang tak mumpuni, di mana ia tidak sempat belajar, untuk bisa dihormati orang lain, seseorang itu harus menghormati orang lain dulu dan ia juga dilahirkan di negara berkembang, lalu harus hidup di negara maju, hasrat untuk menjadi diri sendirinya itu terus menabrak dinding tanpa jeda.
 
Akhirnya seperti semua orang, ia pulang (dipulangkan) ke kampung halaman dan belajar untuk berkompromi, jadi orang kebanyakan, setidaknya itu yang paling aman, tiada gesekan dengan apapun, siapapun. 

Apakah akunya hilang ? Bila hasrat ingin menjadi diri sendirinya lemah, maka, bye bye, tetapi bila cukup kuat, perasaan itu nantinya akan menemukan jalannya sendiri. Lihat aja. 

Kesimpulannya : menjadi diri sendiri itu perjalanan, perjuangan.

Wednesday, 16 February 2022

'Bisnis" di Dunia Hitam


 CLOSE ENEMIES. Kawan dan lawan di masa lalu, di dunia anak-anak tidak serumit di saat ini, di dunia orang dewasa. Apalagi bila profesi mereka bertentangan, yang satu jadi pengedar narkoba, yang lainnya menjadi polisi Anti narkoba.


Persahabatan lalu didasari oleh kecurigaan, saling menolong lalu berubah menjadi penghianatan, si polisi berkhianat kepada institusinya, si pengedar narkoba kepada teman-temannya. Mereka menjadi lawan sekaligus kawan.

Di mana ujungnya ? Di film ini 'orang baik yang menang' dalam arti tidak dibunuh, mati, "Siapa yang berani membunuh polisi ?". Alasan lainnya mungkin karena kodrat kejahatan itu panas, keluarga bisa saling bunuh karena faktor kecurigaan, fitnah. "Ini hanya bisnis".

Film ini menarik karena tokoh-tokoh filmnya orang Arab, nama yang dipakai nama yang kita kenal, Imran, Raffi, Yosef, lalu ada sholawat sesaat, tetapi shalat tidak kelihatan, malah bunuh2an, berdarah-darah dimana-mana.

Sebenarnya ini film Perancis (Netflix). Jadi, sudah sebegitu nyamannya ya, orang Arab tinggal di Perancis, bisa jadi polisi ? Mungkin ini yang disebut, "Generasi orang Arab yang pertama yang berada di Perancis'. Anak- anak imigran Arab, yang lahir dan berkewarganegaraan Perancis.

Konon banyak yang masuk ke dunia kelam, karena dunia kerja tidak ramah untuk putra-putri imigran ini, merasa sudah Perancis' tetapi tidak dianggap sebagai orang Perancis. Pulang ke negara orang tuanya asing, hidup di negara kelahirannya diasingkan. Gegar budaya (Netflix). 

Gerakan Anti Kemapanan


 

JE SUIS KARL. Kemapanan dan anti kemapanan nampaknya berpasangan. Di mana ada kemapanan di situ ada gerakan anti kemapanan.

Siapa mereka ?

Bisa siapa saja dengan tujuan apa saja, tetapi di tangan orang-orang yang tepat, disokong dengan isu yang tepat dan di waktu yang tepat, kemapanan itu bisa ditabrak, dilabrak, berantakan ? Belum tentu juga, bisa-bisa lebih mapan lagi.

Gerakan anti kemapanan di film ini menyokong isu The Children of Europe, putra-putri Eropa yang merasa haknya dirampok oleh para imigran. Tokoh utamanya adalah Je Suis Karl, tugasnya merekrut para pendukung lebih banyak lagi, dengan apapun caranya.

Ia yang suka dipuja (termasuk oleh dirinya sendiri) dan pengikutnya yang suka memujanya, memiliki hubungan tarik-menarik yang kuat, terus menguat, betul-betul kuat, yang di ujungnya ia harus jadi pahlawan, dipahlawankan, karena itu satu-satunya cara untuk eksis dan memperoleh lebih banyak pendukung lagi. "'Je Suis. Je Suis, Je Suis".

Untuk sementara kemapanan berhasil ditabrak, dilabrak, tetapi untuk menggoyangnya, apalagi meruntuhkannya, nampaknya perjalanannya masih panjang. Masih dibutuhkan Je SuIs Karl, Je Suis Kar lainnya untuk jadi martir, dimartirkan, untuk jadi pahlawan, dipahlawankan.

Ini film yang terlalu keren untuk dilewatkan. "Dunia ini nyata", ternyata benar-benar maya, pada akhirnya orang itu (ternyata) tidak tahu apa-apa. Film Jerman., Netflix.

Perjanan Menuju Kedewasaan


BANANA SPLIT. Film tentang keresahan anak-anak yang berangkat menuju kedewasaan. Masa kecil itu menyenangkan sekaligus menyebalkan, masa depan itu menakjubkan sekaligus menakutkan. Mereka ada di persimpangan jalan, melompat takut, diam di tempat, "Engga mungkin banget deh".

Tanpa pesta-pesta, minum minuman keras, obat2an terlarang dan bebas mengeksplorasi diri sendiri dan juga orang lain (lahir, batin), keresahan itu sudah mengganggu, apalagi bila ditambah dengan itu semua, maka jadilah galau, kacau karena mereka telah mengambil keputusan-keputusan yang salah, "Sori gw parno", tidak sadar.

Pembuat film ini optimis, sehingga keputusan2 yang salah itu tidak berakibat buruk, ujung2nya mereka bisa saling menerima, memaafkan, berdamai, lalu memperbaiki diri, "Jadilah orang dewasa".

Mereka menerima cinta itu ada, kasih sayang itu nyata, mereka belajar menghargainya, "Cinta dan kasih sayang itu adalah anugerah yang harus dinikmati, disyukuri".

Di tangan pembuat film yang pesimis, film ini bisa jadi film kriminal, horor atau film drama yang gelap, karena perilaku yang menyerempet bahaya itu bisa berujung buruk. Ya, semua keputusan ada konsekuensinya, apa yang diambil harus dibayar.

Jadi ? Ya, ini film tentang dunia manis anak remaja yang melangkah ke dunia orang dewasa (muda) tentu saja di Amerika bukan di Indonesia (HBO).



Rasa Takut yang Memenjara


TO THE BONE. Rasa takut itu luar biasa, ia bisa jadi tembok yang memisahkan mencintai dan dicintai. Aku mencintaimu, mengapa kau tidak merasakan itu ?

Lalu semua orang tenggelam di dalam kegilaannya sendiri, beberapa mengidap gangguan makan, bulimia nervosa, gangguan kepribadian, gangguan mengekspresikan diri, dan berbagai gangguan lagi.

Mengapa kamu tidak berani bahagia ? Mengapa kebahagiaanmu harus dikendalikan orang lain ? Mengapa tidak percaya diri ? Seribu mengapa, yang berujung pencerahan. Ya, pembuat film ini optimis. Alhamdulillah.

Amanah yang Dikhianati



THE HYPNOTIC. Butuh keberanian yang luar biasa bagi seseorang untuk menyerahkan diri, membiarkan orang lain masuk ke dalam alam bawah sadarnya walaupun itu di dalam sesi hipnoterapi.

Tak semua orang itu baik, bisa 'amanah', walaupun ia seorang terapis.

Terlambat, kesadaran itu baru ditemukan setelah si tokoh utama film ini dihipnotis, karena ia menemukan kejadian-kejadian aneh di luar kendalinya.

Penyelesaiannya ya, harus dihipnotis lagi oleh terapis yang lain, yang berujung si tokoh jera, "Kapok deh ah, gw kaga mau dihipnotis lagi !".

Sejatinya seseorang itu adalah penguasa bagi dirinya sendiri. Membiarkan orang lain masuk, siap-siap menjadi budak orang itu.

Dendam Amuk Amarah di Perdagangan Manusia



 
I AM ALL GIRLS. Konon manusia adalah komoditas yang paling menguntungkan, di usia berapapun bisa diperdagangkan. Kedengarannya kejam, tetapi ya begitulah sejarah dari perdagangan manusia.

Tetapi inj bukan tanpa kendala, karena manusia itu adalah mahlukNya yang paling sempurna, selalu saja ada celah yang bisa membuat komoditas ini malah menjadi ancaman, dari objek menjadi subjek, yang ujung2nya rugi bandar.

Film ini tentang dendam yang terbalaskan, selesai, tamat, walaupun tak tuntas, karena perdagangan manusia ini akan terus berlanjut sampai ke ujung dunia. Kejahatan itu ada agar kebaikan terus terjaga, berjaga.

Kalau film ini dimainkan oleh Jodie Foster, pasti lebih keren, karena emosi kita bisa dibawa naik-turun.

Pemain film ini sudah berwajah kenceng sejak awal sampai akhir, yang membuat penontonnya (saya) bertanya-tanya, "Kenapa sih stress melulu ?". Apakah karena iapun korban perdagangan manusia ? Sampai akhir film pertanyaan ini tak terjawab.



Tentang Manusia


 

THE LIFE AHEAD. Hidup adalah tentang bertahan, bertahan untuk tetap hidup, bagaimanapun caranya. Semua berusaha menjalani panggilan hatinya, yang bisa baik-jahat, benar-salah, elok-buruk, tergantung dari mana dan bagaimana cara memandangnya.

Tetapi bahwa semua orang terikat satu dengan lainnya, itu adalah kenyataan, entah terikat dari rasa kasih sebagai teman, sahabat, orang tua, saudara, atau pelindung dan yang dilindungi, 'guru' dan muridnya, penolong dan yang ditolong, ya begitulah adanya. Manusia itu mahluk sosial, katanya.

Di dalam ikatan itulah seseorang bertumbuh, lalu menemukan bentuknya, siapa saya dan mau jadi apa saya ? Tidak selamanya jalannya manis, tetapi setelah seseorang itu menemukan dirinya dan memutuskan untuk mengikuti panggilan jiwanya, setidaknya ia sudah berada di jalan yang benar.

Sisanya, "Ya, jalani saja. Bahagia itu adalah bonus", kata si tokoh cerita yang masih kanak-kanak, tetapi bijaksana. Hidup itu untuk tetap hidup.

Ada Sophia Loren di film ini. Ada orang Yahudi, Muslim, yang hidup berdampingan, saling menghargai satu dengan yang lainnya.

"Mengapa kau tidak menikahinya ?", kata si tokoh utama. "Tidak bisa ia beragama Yahudi". "Ah, ia hanya seorang perempuan yang kesepian, di mata saya", kata si tokoh utama, seakan mengingatkan bahwa pada akhirnya semua orang itu sama, "Manusia".

Friday, 11 February 2022

Merayakan Kasih Sayang


SPOILED BRATS. Tidak ada anak-anak yang manja, yang ada anak-anak yang dimanjakan. Tidak ada anak- anak yang menyebalkan, yang ada orangtua yang membuat mereka menjadi menyebalkan.

Awalnya si ayah yang duda itu tidak memahaminya, ia menghukum anak-anaknya, dan anak-anaknya itu akhirnya menemukan kualitas terbaiknya, berbahagia karenanya, lalu mulailah mengawali hidupnya, sebelumnya mereka hanya main-main saja, 'hidup-hidupan'.

Film manis, positif, yang bisa membuat penontonnya berani hidup 1000 tahun lagi.

Maulah dunia yang semanis itu, termasuk semenggelikan si tokoh figuran' kaleng-kaleng' yang oportunis ini mau, itu mau, curi-curi keuntungan di sana sini, ujung-ujungnya 'Tiada rotan, akarpun jadi'. Ay ... (Netflix). 

Tiada Usaha yang Sia-sia



THE SERPENT. Perlu kekuatan ekstra untuk menjadi orang jahat, yang tetap jahat, terus jahat. Perlu kekuatan ekstra pula untuk menghentikannya, menjadi orang baik, yang tetap baik, terus baik.

Keduanya 'memakan korban', membuatnya jauh dari orang-orang yang dikasihinya, tetapi ya, itulah hidup, seseorang harus memainkan kisahnya dengan sesungguh-sungguhnya, lalu (nanti) menikmati imbalannya, rasa diri berharga, karena telah menunaikan panggilan hidupnya.

Tiada yang bisa mengambil rasa bangga diri seseorang, rasa itu akan digenggamnya sampai ajal menjemputnya nanti.

Semua kisah selalu ada ujungnya. Bisa ditebak, kebaikan akan menang, karena untuk kebaikanlah dunia ini diciptakan. In shaa Allah.

Film tentang Charles Sobhraj, penjahat kharismatik, pembunuh berantai, pencuri, penipu. Biografinya lebih mengerikan dari filmnya, karena 'tidak ada matinya'. Jahatnya bukan main, tetapi selalu lolos dari hamba hukum, bahkan di negara asalnya, Perancis.

Akhirnya ia dipenjara, walaupun belum tentu juga itu akhir dari sepak terjangnya, karena setiap akhir selalu menjadi awal dari kisah yang baru, bukan ? #netflix

Tentang Masa Lalu


 STAY CLOSE. Masa lalu itu bisa dahsyat. Beberapa orang tidak bisa hidup dengannya, tanpa mengubah dirinya, 'menjadi orang lain', ganti nama, ganti profesi, ganti masa lalu.

Beberapa orang lagi bisa terjebak dengannya, tak mampu hidup di masa kininya, tak mau hidup dengan masa lalunya, lalu 'menjadi zombie', "Kamu berubah, kamu bukan orang yang aku kenal dulu", kata sahabat karibnya.

Di antara orang yang terjebak itu, lalu ada orang yang gelap mata, agresif, berhasrat menghancurkan masa lalunya, demi terbebas darinya, 'menjadi pendendam'. Semu ? Memangnya gue pikirin ?

Bila suka cerita-cerita sejenis Agatha Christie, kurang lebih film ini, seperti itulah. Ada kasus pembunuhan yang berujung ke sana-sini, lalu kita dibingungkan dengan tebakan-tebakan kita sendiri.

Siapa pembunuhnya, bagaimana ceritanya ? Jawabannya, "Selamat menonton". Netflix. 

Thursday, 10 February 2022

Lakonan Pelakon



 

PARADISE LOST. Tragedi bisa saja terjadi, tetapi bagaimana menyikapinya, itulah yang terpenting.

Seperti membawakan lagu yang sedih, begitulah keluarga penghibur di film ini menyikapinya. Setelah lagu itu selesai mereka akan menyanyikan lagu-lagu lainnya dengan kesungguhan dan sukacita, walaupun kesedihan itu membayanginya.

Hidup terus berlanjut, sejatinya nasib buruk, tidak boleh mengubah seseorang untuk menjadi buruk. "I am a happy man", kata tokoh film ini, justru diketerpurukannya. Ya, kita ini hanya pelakon.

"Sudah lahir sudah beruntung, mengapa harus menyesal ?" - Inggrid Widjanarko (Netflix) 

Kelahiran Predator




THE WHITE TIGER. Ibarat suratan nasib yang dikenai kepada seseorang, begitulah sistem kasta harus diterima di masyarakat India. Kau terlahir di mana ? Di sanalah kau akan berakhir. 

Ada beberapa tingkatan kasta, " ... tetapi ujung-ujungnya hanya ada 2, si kaya dan si miskin", kata si tokoh cerita, di mana si kaya boleh, bisa bertingkah sesukanya kepada si miskin dan itu memang pengalaman pribadinya. 

Tidak terima ? Harus belajar yang berujung dihajar. Lagi-lagi si kasta tinggi, menganggap kebodohan itu milik si kasta rendah. "Pasta gigi saja tidak tahu !". 

Tidak terima ? Harus berontak dan menciptakan tatanan yang baru, di mana orang itu dinilai dari kualitasnya sebagai manusia bukan kastanya. 

"Persamaan hak itu hanya bisa dicapai melalui 2 jalur, yaitu jalur kriminal dan politik", kata si tokoh cerita, "Si White Tiger". Ya, jadi predator. 

Jadilah ia predator.  

PERHATIAN: Jangan ditiru, ini film. Di dalam kehidupan nyata ada hukum ulah, ia yang menebar ia yang menanam. Ia yang mengambil, ia yang membayar, ia yang memberi, ia yang menerima. (Netflix)

Hidup dengan Prinsip, Mati dengan Prinsip



HOW I FELL IN LOVE WITH A GANGSTER. Seseorang hanya bisa menjadi dirinya sendiri, beberapa orang memainkan dengan sebaik-baiknya, sebenar-benarnya, seelok-eloknya, seperti tokoh cerita ini.

Bila tugas hawa napsu adalah mempertemukan seseorang dengan hatinya, maka jalan si tokoh cerita ini seakan tertutup ketika kokain mulai menjadi sahabatnya.

"Kamu sudah tersesat, ayo pulang", bisik adiknya, sahabat terbaiknya, tetapi si tokoh cerita menolak, karena ia menyadari, itu adalah ilusi.

Adiknya sudah berpulang bersama seluruh orang yang dicintainya, yang diperjuangkan seumur hidupnya, ibu dan kakak perempuannya.

Hawa napsu itu jahat, ia yang menghamba kepadanya ujung-ujungnya akan menemui ajalnya sendiri, mati di dalam kehidupan, mati di kenyataan. Game over.

"Setidaknya aku sudah hidup seperti harimau", bisa jadi itu adalah bisikan hatinya, karena itu memang niatnya, sejak ia kabur dari rumah, karena ayahnya mendidiknya dengan kekerasan, bahkan hanya karena ia kidal.

Diinspirasi dari cerita sesungguhnya, tokoh di dunia hitam yang dicintai, karena prinsip kerjanya yang selalu ingin adil, "Everybody happy". (Netflix)

Menjadi Dewasa Itu Menyakitkan



 

Akan ada saatnya di mana apa yang salah itu bisa benar, apa yang benar itu bisa salah. Lalu seseorang berada di posisi yang serba salah, mengambil keputusan sama salahnya dengan tidak mengambil keputusan. 

Pembuat film ini bijaksana, mereka menyayangi si tokoh ceritanya, mereka membiarkan si tokoh itu mengambil keputusan berdasarkan momen yang dihadapi saat demi saatnya, ibaratnya jalan hidupnyalah yang mengambilkan keputusan baginya, ia terpaksa menjalaninya, karena harus menjalaninya.

Selamat ! Si tokoh lolos dari citra bahwa ia adalah anak yang jahat. 

Film ini tentang perdagangan manusia, perbudakan modern. Semua orang berjuang untuk bertahan, ada yang beruntung ada yang sial. 

Apa mau dikata, kehidupan selalu berpihak kepada orang-orang yang terpelajar, karena mereka tahu cara untuk bertahan, yaitu : bisa mengendalikan diri dulu, sebelum mengendalikan orang lain. 

Film yang asyik untuk direnungkan, ada anak laki-laki yang harus belajar untuk menjadi dewasa, bahwa dewasa itu adalah mampu mendahulukan apa yang harus didahulukan, mau mengabaikan apa yang harus diabaikan, yaitu perasaannya yang romantis, tidak realistis. 

Kesimpulannya : "Menjadi dewasa itu adalah pengalaman yang menyakitkan". (Netflix)
 

Sunday, 6 February 2022

Pintarnya Orang yang Pintar Bicara




THE PUPPET MASTER. Sejahat-jahatnya orang adalah orang yang aktif menggunakan kemampuan bicaranya, untuk melumpuhkan lawannya. Bak senjata yang jitu, kemampuan bicara itu adalah senjata yang tak kasat mata. 

Siapa korbannya ? Tidak ada, karena mereka suka rela menjadi korban, ikhlas mengikuti semua kehendaknya seperti kerbau yang dicocok hidungnya. 

Mereka sadar sepenuhnya, bahwa mereka dimanfaatkan sampai ke tulang sumsum, jangan kaget itu tulang sumsum orangtuanya.

Jelas mereka merasa bersalah, dan perasaan bersalah tulah yang dimanfaatkan Sang Master untuk semakin memperkuat posisinya.
 
Di mana, kapan berakhirnya ? Bahkan sampai saat inipun Sang Master masih berkeliaran, menyeret-nyeret korbannya, hebatnya polisi tak kuasa untuk menangkapnya, karena tidak ada alasannya.

"Ibumu itu orang dewasa", kata polisi menyudahi pembicaraan yang sebenarnya awal dari keputusasaan dari anak-anaknya. Bukan di mana ibu ? Karena mereka tahu nomer teleponnya, tetapi kapan ibu pulang ke kami ? 

Film dokumenter.(Netflix)

Neymar, Bercinta dengan Bola



 

NEYMAR. Ini film tentang cinta, mencintai cinta, merawat, menghormati dan percaya kepadanya, lalu sebagai balasannya cinta itu memberinya kejayaan, kekayaaan, yang bisa juga berarti cobaan. Masihkah kau mencintaiku ?

Di film ini, cinta adalah perasaan yang baik, tetapi untuk tetap mencintai cinta, seseorang perlu memiliki tingkat kedewasaan tertentu, ada ujian-ujian yang harus dilampauinya. 

Adalah Neymar Junior si Sang Pencinta, adalah bola yang dicintainya. Ia mencintai bola sejak kanak-kanak dan ia tetap.mencintainya sampai saat ini.

Ia pernah berselingkuh, dengan memilih kejayaaan dan hasrat untuk memenuhi harapan bangsanya sendiri ( tetapi bukan uang),  ia terjatuh, jadi bahan olok-olokan, lalu cintanya  yang menyelamatkannya.  

Ia bangun lagi, meliuk-liuk lagi bersama bolanya, bercinta lagi dengan cintanya ''menjadi diri sendiri' lagi apa adanya, menginspirasi lagi bagi timnya, lalu kejayaan demi kejayaan diraihnya. 

Menang itu mengasyikan tetapi bercinta dengan bola lebih menyenangkan, karenanya ia memutuskan untuk membuat club' bola di kampung halamannya sebagai bekal di masa tuanya, "Bisa bermain bola dengan anak-anak", daripada meneruskan kerajaan bisnis ayahnya, yang sebenarnya disiapkan untuk dirinya.
 
Apakah semua pecinta bola bisa meraih kejayaan seperti Neymar ? Mungkin bisa, bila ia didukung oleh seluruh orang tua, anak, mantan istri, kaum kerabat, teman bahkan 150 orang tim suksesnya, yang terus berada di sampingnya.

Mereka percaya dengan Neymar, mereka percaya dengan bola, mereka percaya dengan cinta, mereka mencintai cinta, merawatnya, menghormatinya. 
Film keren. (Netflix)


Friday, 4 February 2022

Sahih, adalah Luka Ibunya




Perang meninggalkan banyak korban, tidak saja di saat itu tetapi di saat-saat selanjutnya, selain pengalaman yang traumatik, ada juga kelahiran anak-anak yang tak dikehendaki sebagai produk dari pemerkosaan. 

Setelah perang berakhir  pemerkosa, yang diperkosa dan produk pemerkosaan harus hidup dengan luka-lukanya sendiri, "Menjadi luka ibunya". Memupus masa lalu selalu berarti menghapus masa depannya.  Lalu siapa, apa saya ? Darimana mau kemana saya ?

Walaupun terinspirasi dari kehidupan nyata, perang Bosnia - Serbia, tetapi ini film, karenanya cinta itu menyelamatkan dan orang jahat harus kalah, bunuh diri, mati. Kisah sesungguhnya bisa2 lebih menyakitkan dan tak berujung.

Film ini memang didedikasikan kepada Salih-Salih yang punya luka di masa lalunya, yang berusaha meraih masa depan, dengan menderitakannya. Salih, tokoh utama film ini (Neflix). 


Marjoun Mencari Marjoun




 

Pada awalnya seseorang bergantung kepada ibu, ayah,  pengasih, guru dan orang-orang tua disekitarnya, sampai satu saat ia belajar mandiri, tetapi tak semua orang melewati proses kemandiriannya dengan baik, bersih, menyenangkan.

Ada orang-orang yang harus melewati kisah yang penuh luka sehingga mereka harus merebut kemandiriannya, segera, terpaksa, karena menjadi korban itu menyakitkan, mengerikan. 

Begitulah kisah Marjoun di film ini. Uniknya ia belajar berdamai (menjadi Islam ?) justru di kuil Buddha.

Para biksu di sana yang menginspirasinya untuk mengendarai motor sebagai simbol menjadi manusia yang mandiri, menjadi pengendali atas nasibnya sendiri.

Perjalanan mengenal diri sendiri ternyata tak selamanya manis, tetapi setelah seseorang bisa menjadi sutradara sekaligus pelakon di kisahnya sendiri, ia pasti bisa melampaui tantangan-tantangan berikutnya, "Disitulah manisnya !". 

Setidaknya, bagian yang tersulitnya sudah dilampaui.

Sisi Gelap Rasa Bosan

  BAC NORD. Rasa bosan itu masalah. Bila tak dikelola, ia akan mengelola kita, bila tak dikendalikan, ia akan mengendalikan kita, bila tak ...